|
Menurut Dr. Finsand
(pakar pengurutan tulang & persendian) :
Manfaat manggis untuk otot dan tulang
Zaman dahulu , masyarakat asia tenggara sudah
merasakan manisnya buah manggis yang istimewa
itu. Rasanya yang lezat bukan hanya berperan sebagai
pemanis di mulut, tetapi juga menyembuhkan penyakit
disentri, peradangan, nyeri, dll.
Otot dan Tulang memiliki masalah yang sama, yakni
peradangan. Hormon prostaglandin penyebab rasa
nyeri dan peradangan .
Tahun 1981 saya mengalami cedera punggung. Dua
puluh tahun saya terapi chiropractic, namun rasa
nyeri tetap ada. Suatu ketika saya mersakan jus
manggis dan ini awal perubahan kesehatan, hidup
dan pekerjaan saya.Saya rekomendasikan para pasien
saya dan hasilnya menakjubkan. Sekarang saya sudah
terbebas dari obat-obatan kimiawi dan sepenuhnya
lepas dari rasa nyeri yang saya derita sepanjang
21 tahun terahir. Buah manggis pencegah penyakit
yang sempurna.
Menurut
Dr. Sam Walters
Master dalam bidang biologi
sains dengan spesialisasi nutrisi manusia
""""
Jika anda memahami apa yang saya pahami, anda
pasti membawa manggis kemanapun anda pergi'''''''''
Jus manggis
merupakan sesuatu yang lebih dari sekedar unik.
Apabila anda memahami apa yang saya pahami, anda
pasti membawa manggis kemanapun anda pergi. Antioksidan
adalah kata kunci utama dalam mencegah penyakit.
Buah manggis memiliki begitu banyak khasiat. Penelitian
badan-badan pengobatan dunia menunjukan bahwa
buah manggis secara langsung menyembuhkan berbagai
penyakit.
Penelitian terbaru menemukan bahwa satu dari 4
rakyat amerika serikat mengidap kanker, dan 1
dari 5 orang akan meninggal pada usia dini. Solusi
terbaik dari masalah ini adalah pencegahan.. Kami
merawat banyak pengidap kanker di tempat kami.
Kami mendetoksifikasi logam berat dengan buah
manggis . Kulitnya mengandung xanthone penyembuh
kanker payudara, kanker paru-paru, kanker perut
, leukimia, dll.
Mayoritas Pasien yang dirawat merupakan penderita
stadium 4 keatas. Mereka hanya punya waktu 6-8
minggu untuk hidup. Manggis mampu mengembalikan
hidup para pasien tersebut. Yang di perlukan tubuh
bahan biologis, bukan bahan-bahan kimiawi, bahan
polutan, dan bahan tiruan. Salah satu solusi yang
dapat anda lakukan demi sistem kekebalan tubuh
anda adalah pencegahan, yakni dengan minum jus
manggis.
Menurut
Dr. Ir. Warid Ali Qosim, M.S.
Dosen Jurusan Budi Daya Pertanian dan Tim Ahli
Divisi TTG Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)
Unpad Bandung.
Kulit Buah Manggis
Sebagai Antioksidan
ADA satu ungkapan yang sering dijumpai di masyarakat,
“Biar hitam si buah manggis.” Ungkapan tersebut
digunakan untuk menilai sesuatu jangan dilihat
dari bentuk luarnya saja, tetapi lihatlah isinya.
Begitu juga untuk menilai buah, jangan melihat
kulit buah manggis yang berwarna cokelat hitam,
tetapi daging buahnya yang berwarna putih, bertekstur
halus, dan rasanya yang manis sekali bercampur
asam sehingga menimbulkan rasa khas dan segar.
Buah bernama Latin Garcinia mangostana L. ini
termasuk famili Guttiferae dan merupakan spesies
terbaik dari genus Garcinia. Manggis termasuk
buah eksotik yang sangat digemari oleh konsumen,
baik di dalam maupun luar negeri, karena rasanya
yang lezat, bentuk buah yang indah, dan tekstur
daging buah yang putih halus. Tidak jarang jika
manggis mendapat julukan Queen of tropical fruit
(Ratunya Buah-buahan Tropik).
Pada umumnya masyarakat memanfaatkan tanaman manggis
karena buahnya yang menyegarkan dan mengandung
gula sakarosa, dekstrosa, dan levulosa. Komposisi
bagian buah yang dimakan per 100 gram meliputi
79,2 gram air, 0,5 gram protein, 19,8 gram karbohidrat,
0,3 gram serat, 11 mg kalsium, 17 mg fosfor, 0,9
mg besi, 14 IU vitamin A, 66 mg vitamin C, vitamin
B (tiamin) 0,09 mg, vitamin B2 (riboflavin) 0,06
mg, dan vitamin B5 (niasin) 0,1 mg. Kebanyakan
buah manggis dikonsumsi dalam keadaan segar, karena
olahan awetannya kurang digemari oleh masyarakat.
Selain buah, kulit buah manggis juga dimanfaatkan
sebagai pewarna alami dan bahan baku obat-obatan.
Kulit buah mengandung senyawa Xanthone yang meliputi
mangostin, mangostenol, mangostinon A, mangostenon
B, trapezifolixanthone, tovophyllin B, alfa mangostin,
beta mangostin, garcinon B, mangostanol, flavonoid
epicatechin, dan gartanin. Senyawa tersebut sangat
bermanfaat untuk kesehatan. Senyawa Xanthone tersebut
hanya dihasilkan dari genus Garcinia. Di luar
negeri kulit buah manggis sudah dibuat kapsul
yang digunakan untuk suplemen diet, antioksidan,
dan antikanker.
Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak kulit manggis
mempunyai aktivitas melawan sel kanker meliputi
breast, liver, dan leukemia. Selain itu, juga
digunakan untuk antihistamin, antiimpflamasi,
menekan sistem saraf pusat, dan tekanan darah,
serta antiperadangan. Kulit buah juga mengandung
antosianin seperti cyanidin-3-sophoroside, dan
cyanidin-3-glucoside.
Senyawa tersebut berperan penting pada pewarnaan
kulit manggis. Kulit buahnya mengandung senyawa
pektin, tanin, dan resin yang dimanfaatkan untuk
menyamak kulit dan sebagai zat pewarna hitam untuk
makanan dan industri tekstil, sedangkan dan getah
kuning dimanfaatkan sebagai bahan baku cat dan
insektisida.Efek biologi & farmakologi
Rebusan kulit buah manggis mempunyai efek antidiare.
Buah manggis muda memiliki efek speriniostatik
dan spermisida. Ekstrak (n-heksana dan etanol)
manggis memiliki tingkat ketoksikan tertentu pada
penggunaan metode uji Brine Schrimp Test (BST).
Dari hasil penelitian dilaporkan bahwa alfa mangostin
(1,3,6-trihidroksi-7-metoksi-2,8-bis (3metil-2-butenil)-9H-xanten-9-on)
hasil isolasi dari kulit buah manggis mempunyai
aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.
Dari hasil studi farmakologi dan biokimia dapat
diketahui bahwa alfa mangostin secara kompetitif
menghambat tidak hanya reseptor histamin H, mediator
kontraksi otot lunak tetapi juga epiramin yang
membangun tempat reseptor H1 pada sel otot lunak
secara utuh.
Mangostin merupakan tipe baru dari histamin. Toksisitas
pemberian ekstrak daun muda terhadap mencit bunting
dengan dosis 500, 1000, dan 1500 mg/kg BB menunjukkan
efek pada fetus berupa penurunan berat badan,
terjadinya perdarahan pada fetus, dan adanya perubahan
jaringan hati fetus seperti nekrosis pada sel
hepar, tetapi tidak terjadi kelainan perkembangan
dan aborsi. Ekstrak daun manggis dengan berbagai
dosis dapat mengurangi jumlah sel spermatid, terjadi
penambahan jumlah spermatozoa abnormal, dan lambatnya
gerak maju spermatozoa mencit.
Ekstrak kulit buah yang larut dalam petroleum
eter ditemukan dua senyawa alkaloid. Kulit kayu,
kulit buah, dan lateks kering Garcinia mangostana
mengandung sejumlah zat warna kuning yang berasal
dari dua metabolit yaitu alfa-mangostin dan mangostin
yang berhasil diisolasi. Mangostin merupakan komponen
utama sedangkan mangostin merupakan konstituen
minor. Ditemukan metabolit baru yaitu 1,3,6,7-tetrahidroksi-2,8-di
(3-metil-2butenil) xanton yang diberi nama a-mangostanin
dari kulit buah Garcinia mangostana.
Buah manggis digunakan untuk mengobati diare,
radang amandel, keputihan, disentri, wasir, luka/borok.
Selain itu, digunakan sebagai peluruh dahak dan
untuk sakit gigi. Kulit buah manggis digunakan
untuk mengobati sariawan, disentri, nyeri urat,
sembelit. Kulit batang digunakan untuk mengatasi
nyeri perut. Akar untuk mengatasi haid yang tidak
teratur. Dari segi rasa, buah manggis cukup potensial
untuk dibuat sari buah.

Menurut Dr. Berna
Elya,
Peneliti Manggis Dari Departemen Farmasi Universitas
Indonesia
Kulit Buah Manggis Mengandung
Antioksidan Super
Selain nangka-nangkaan, komoditas buah yang berkhasiat
untuk kesehatan dan kecantikan adalah manggis
yang popular sebagai queen of fruits. Dr. Berna
Elya, periset jurusan Farmasi Universitas Indonesia
mengungkapkan bahwa manggis sebagai antioksidan.
Menurut dr. Paulus Wahyudi Halim, dokter sekaligus
herbalis di Tangerang, Banten, antioksidan ‘menangkap’
radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga
proses degenerasi sel terhambat.
Disebut radikal bebas lantaran atom atau kelompok
atom itu memang dalam keadaan bebas alias tidak
terikat dengan gugus lain. Radikal bebas mempunyai
elektron yang tak berpasangan. Jika diibaratkan
radikal bebas mirip orang jahat, belum berpasangan,
tangan tak terikat sehingga usil mengambil gambar
orang. Faktanya radikal bebas memang menangkap
molekul hydrogen, asam lemak, logam berat yang
pada akhirnya memicu beragamnya penyakit degeneratif.
Antioksidan itu bagai orang baik yang menangkap
si jahat tadi setelah melepas molekul. Pada kulit
manggis, ‘orang baik hati’ itu bernama XANTHONE.
Kadarnya mencapai 123.97 mg per 100 ml. Turunan
antioksidan itu antara lain 3-isomangostin, alphamangostin,
gammamangostin dan garcinone A.
Nama Garcinone A mudah ditebak, nama dari genus
pohon asal Kalimantan itu, Garcinia mangostana.
Itu mengabadikan nama ahli botani dari Perancis
Laurent Garcin.
Khasiat XANTHONE bukan sekedar antioksidan, tetapi
juga antikanker seperti hasil riset Moongkarndi.
Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Mahidol
itu menguji XANTHONE dalam riset praklinis dengan
SKBR3 alias kultur sel kanker payudara manusia.
Hasilnya? Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi
yang kuat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.
Selain itu ekstrak itu juga bersifat apoptosis
atau mendukung penghancuran sel kanker.
Chi Kuan Ho dari Veterans General Hospital dari
Taipei mengungkapkan bahwa turunan XANTHONE mujarab
mengatasi sel HCCs hepatocellular carcinomas atau
kanker hati. Turunan XANTHONE itu adalah Garcinone
E. Kami menyarankan bahwa Garcinone E mungkin
berpotensi untuk digunakan dalam perawatan beberapa
tipe kanker yang berhubungan dengan pencernaan
dan paru-paru.
|